Mon, 15 Oct
2018 - 00:02 WIB
ALUN-alun Purbalingga,
satu-satunya ruang publik yang selalu ramai dikunjungi masyarakat Purbalingga.
Terlebih akhir pekan atau malam libur, tidak turun hujan, dan terdapat beragam
hiburan rakyat. Tempat ini pun menjadi ruang berkreasi bersama sejumlah pelaku
seni dari Komunitas Pecinta Ebeg Purbalingga (Copeíe), pementasan teater dari
Teater Brankas SMA 2 Purbalingga, dan sinematografer Cinema Lovers Community
(CLC) Purbalingga.
Mereka bersatu menyuguhkan hiburan rakyat yang dikemas dalam ngamen Donasinema #PaluKuat yaitu program penggalangan dana bagi korban bencana tsunami Palu dan Donggala, Sabtu, (13/10) malam.
Selain Copeíe, Teater Brankas, dan CLC Purbalingga, bergabung juga komunitas Info Cegatan Purbalingga (ICP), Gusdurian Purbalingga, Purbalingga Masa Kini (Braling), dan Bela-Beli Purbalingga yang malam itu menjual kopi lokal dan hasil seluruhnya turut disumbangkan.
Sementara CLC Purbalingga menghadirkan pemutaran film-film pendek karya pembuat film dari Palu untuk menambah semarak suasana alunalun.
Koordinator Copeíe Ardi Dwi Lujeng merasa senang komunitasnya dapat turut berperan membantu korban bencana lewat pentas Ebeg. “Ya senang, karena hobi kami selama ini dapat berpartisipasi membantu korban sesama dan berkesempatan pentas di Alun-alun Purbalingga,” jelasnya.
Prioritas
Salah satu pengunjung, Tursinah mengaku bencana alam yang mendera Palu dan Donggala menggugah kesedihannya. Ia pun ingin turut membantu untuk meringankan beban para korban.
“Sedih dengan adanya bencana di Palu dan Donggala dan bencana di daerah lain di Indonesia, sekaligus bangga pada komunitas anak-anak muda Purbalingga yang ikhlas menggelar penggalangan dana lewat pentas seni,” kata dia yang menonton pertunjukan itu bersama putrinya. Program yang diinisiasi Sinekoci dan Sudut Pandang Palu ini dibuka pada 3 Oktober 2018.
Sedikitnya ada 30 komunitas film se- Indonesia menggelar nonton film dari Palu sekaligus berdonasi untuk Palu. Batas donasi tahap I ini berakhir hingga 20 Oktober 2018. Setelah dihitung, ngamen malam itu terkumpul bantuan sejumlah Rp 3.170.700.
Seluruh donasi akan diberikan prioritas kepada pembuat film yang menjadi korban (rumah hancur, cedera), keluarga pembuat film, korban anak-anak Sikola Pomore di Sirenja Donggala, dan sisanya disalurkan ke Posko Forum Sudut Pandang yang akan menyediakan bantuan sandang dan pangan kepada korban masyarakat kota Palu yang belum tersalurkan bala bantuan. (Nugroho Pandhu Sukmono-60)
Mereka bersatu menyuguhkan hiburan rakyat yang dikemas dalam ngamen Donasinema #PaluKuat yaitu program penggalangan dana bagi korban bencana tsunami Palu dan Donggala, Sabtu, (13/10) malam.
Selain Copeíe, Teater Brankas, dan CLC Purbalingga, bergabung juga komunitas Info Cegatan Purbalingga (ICP), Gusdurian Purbalingga, Purbalingga Masa Kini (Braling), dan Bela-Beli Purbalingga yang malam itu menjual kopi lokal dan hasil seluruhnya turut disumbangkan.
Sementara CLC Purbalingga menghadirkan pemutaran film-film pendek karya pembuat film dari Palu untuk menambah semarak suasana alunalun.
Koordinator Copeíe Ardi Dwi Lujeng merasa senang komunitasnya dapat turut berperan membantu korban bencana lewat pentas Ebeg. “Ya senang, karena hobi kami selama ini dapat berpartisipasi membantu korban sesama dan berkesempatan pentas di Alun-alun Purbalingga,” jelasnya.
Prioritas
Salah satu pengunjung, Tursinah mengaku bencana alam yang mendera Palu dan Donggala menggugah kesedihannya. Ia pun ingin turut membantu untuk meringankan beban para korban.
“Sedih dengan adanya bencana di Palu dan Donggala dan bencana di daerah lain di Indonesia, sekaligus bangga pada komunitas anak-anak muda Purbalingga yang ikhlas menggelar penggalangan dana lewat pentas seni,” kata dia yang menonton pertunjukan itu bersama putrinya. Program yang diinisiasi Sinekoci dan Sudut Pandang Palu ini dibuka pada 3 Oktober 2018.
Sedikitnya ada 30 komunitas film se- Indonesia menggelar nonton film dari Palu sekaligus berdonasi untuk Palu. Batas donasi tahap I ini berakhir hingga 20 Oktober 2018. Setelah dihitung, ngamen malam itu terkumpul bantuan sejumlah Rp 3.170.700.
Seluruh donasi akan diberikan prioritas kepada pembuat film yang menjadi korban (rumah hancur, cedera), keluarga pembuat film, korban anak-anak Sikola Pomore di Sirenja Donggala, dan sisanya disalurkan ke Posko Forum Sudut Pandang yang akan menyediakan bantuan sandang dan pangan kepada korban masyarakat kota Palu yang belum tersalurkan bala bantuan. (Nugroho Pandhu Sukmono-60)
Sumber: SuaraMerdeka








0 komentar:
Posting Komentar